Wiranto Ditusuk, Alarm untuk Menumpas Sel Teroris Hingga Akarnya

Berita rakyat –  Insiden penusukan Wiranto di Pandeglang, Banten, membuat Presiden Joko Widodo bolak-balik ke RSPAD Jakarta, tempat Sang Menko Polhukam dirawat. Terhitung sejak kemarin, sang kepala negara telah dua kali membesuk.

Usai kunjungan, Jokowi menegaskan bahwa anak buahnya menjadi korban penyerangan dua terduga teroris. Mereka adalah Syahrial Alamsyah (SA) alias Abu Rara dan Fitri Andriana (FA). SA sendiri disebut bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Menurut pengamat terorisme, Sidney Jones, penusukan terhadap sasaran target di Pandegelang merupakan pola lama yang digunakan kelompok pro-ISIS. Peristiwa itu pernah terjadi di tempat lain.

“Bukan pertama kali memakai upaya penusukan. Tapi ini agak jarang memang, mereka lebih senang membikin bom,” Dia menuturkan, kekuatan kelompok JAD ini sebenarnya sudah melemah ketimbang setahun lalu. Ini menyusul langkah Polri yang terus menangkap anggota mereka di berbagai daerah di Indonesia.

Kondisi ini, lanjut Sidney, membuat organisasi ini tidak bersifat hierarkis lagi. Mereka berkembang ke beberapa sel yang bergerak atas kemauan sendiri. “Tapi dengan tujuan sama, untuk melakukan jihad terhadap Pemerintah Indonesia atas nama ISIS,” ucap dia.

Terkait dengan penusukan Wiranto, dia mengaku tidak tahu apakah pelaku akan membunuh atau sekadar melukainya. Motif itu akan terungkap setelah Polri menginvestigasi kasus ini.

“Kita enggak tahu, bisa saja direncanakan. Maksud saya, JAD tidak lagi bergerak seperti organisasi nasional. Ada JAD Bekasi, ada JAD Lampung, ada JAD lainnya, tapi tidak ada satu JAD yang bergerak di bawah perintah satu amir (pemimpin),” jelas peneliti terorisme di Asia Tenggara ini.

 

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*