Wanita Keturunan Indonesia, Jadi Paspampres Trump Bertemu Dubes RI

BERITA RAKYAT – Alta Lauren Gunawan, warga AS keturunan Indonesia menjadi terkenal setelah kiprahnya sebagai pengawal presiden Donald Trump banyak diberitakan media massa AS. Dan Lauren baru-baru ini bertemu dengan Duta Besar RI untuk AS, Mahendra Siregar.

Dalam perbincangannya dengan Dubes RI untuk AS, Lauren mengungkapkan rasa bahagianya karena kisahnya dianggap menginspirasi. “Saya senang jika apa yang saya lakukan saat ini dapat menginspirasi banyak orang, terutama generasi yang lebih muda”, ujar Lauren saat berkunjung ke Kedutaan Besar RI di Washington, D.C., Jumat (12/7/2019) atas undangan Duta Besar RI untuk AS, Mahendra Siregar.

“Ayah saya selalu mengajarkan agar saya bekerja keras dan pantang menyerah untuk meraih keberhasilan,” sambungnya dalam rilis yang diterima Detikcom dari KBRI RI di Washington, D.C.

Alta Lauren Gunawan merupakan wanita pertama yang berhasil masuk menjadi anggota Paspampres (Secret Service) Presiden Donald Trump di Divisi Pengawalan Motor. Dia juga tercatat sebagai warga keturunan campuran Asia-Amerika pertama yang berhasil melakukannya. Ayah Lauren berasal dari Medan yang bermigrasi ke AS sebelum menikah dengan Ibunya.

លទ្ធផល​រូបភាព​សម្រាប់ Wanita Keturunan Indonesia, Jadi Paspampres Trump Bertemu Dubes RI

 

Duta Besar RI untuk AS, Mahendra Siregar, pun mengapresiasi prestasi Lauren yang fenomenal ini. “Saya berharap Lauren bersedia membagikan pengalamannya kepada anak-anak, generasi muda serta perempuan Indonesia dan diaspora Indonesia, untuk menunjukkan bahwa dengan tekad yang kuat, kerja keras, dan determinasi yang tinggi, mereka dapat meraih cita-cita yang tinggi sekalipun harus melalui banyak rintangan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI juga secara khusus mengundang Lauren untuk hadir di perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di Wisma Indonesia, kediaman resmi Dubes RI di Washington, D.C. pada 17 Agustus 2019. Setiap tahunnya, perayaan HUT RI di AS dimeriahkan kegiatan upacara bendera, bazaar dan panggung gembira.

“Selain untuk lebih mengenal komunitas Indonesia, Lauren yang adalah diaspora Indonesia juga untuk menginspirasi generasi muda diaspora dan warga Indonesia lainnya di AS,” kata Mahendra.

(GR)

16 Komentar

  1. Undeniably believe that which you stated. Your favorite justification seemed to be on the web the easiest thing to be aware of. I say to you, I definitely get annoyed while people consider worries that they just do not know about. You managed to hit the nail upon the top and also defined out the whole thing without having side-effects , people could take a signal. Will likely be back to get more. Thanks

  2. I have mastered some important matters through your website post. One other stuff I would like to say is that there are many games available on the market designed in particular for toddler age little ones. They incorporate pattern identification, colors, creatures, and styles. These usually focus on familiarization in lieu of memorization. This will keep little ones occupied without experiencing like they are studying. Thanks

  3. Attractive section of content. I just stumbled upon your weblog and in accession capital to assert that I acquire in fact enjoyed account your blog posts. Anyway I will be subscribing to your augment and even I achievement you access consistently rapidly.

  4. Yet another issue is that video gaming became one of the all-time biggest forms of recreation for people of various age groups. Kids enjoy video games, plus adults do, too. The XBox 360 is among the favorite games systems for individuals that love to have hundreds of games available to them, and also who like to play live with other people all over the world. Many thanks for sharing your thinking.

  5. We’re a bunch of volunteers and opening a brand new scheme in our community. Your web site provided us with helpful information to paintings on. You’ve performed an impressive activity and our whole neighborhood will be grateful to you.

  6. Lou Syrah : J’ai appris un jour qu’un très proche de ma famille avait été exorcisé. L’annonce est tombée un matin de la bouche de ma mère. Comme ça, de manière impromptue, au détour d’une phrase. J’étais sidérée. C’est trop violent, absurde. L’exorcisme, c’est de la matière à blockbuster hollywoodien, pas le début d’un roman familial. J’ai commencé les recherches, comme ça, au début en flânant sur le Net, et puis je suis tombée sur ce fait divers de 1994 : Louisa, 19 ans, dernière d’une fratrie de onze enfants, décédée à Roubaix après une séance d’exorcisme. Ma famille est originaire de Roubaix. Ce pouvait être un simple hasard… Que nos deux familles soient touchées par l’exorcisme à quelques années près. Alors j’ai plongé tête baissée dans ce fait divers. Et dans mon histoire. Les deux entraient trop en résonance pour ne pas les lier. J’ai découvert que l’affaire Louisa n’était pas un fait divers isolé, mais le début d’une pratique religieuse qui allait exploser sur le territoire.

  7. I’m truly enjoying the design and layout of your website. It’s a very easy on the eyes which makes it much more pleasant for me to come here and visit more often. Did you hire out a developer to create your theme? Superb work!

  8. The next time I learn a weblog, I hope that it doesnt disappoint me as much as this one. I imply, I know it was my choice to read, but I really thought youd have something interesting to say. All I hear is a bunch of whining about one thing that you possibly can fix if you werent too busy searching for attention.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*