Vicky Prasteyo Minta Maaf Kepada Awak Media, Ini Penjelasannya.

 

BERITA RAKYAT – Prosesi akad nikah Vicky Prasetyo dan Angel Lelga yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018) dijaga ketat oleh panita acara. Bahkan, beberapa pihak, termasuk wartawan, merasakan kejadian tak mengenakan saat prosesi sakral itu berlangsung.

Beberapa warga yang antusias menyaksikan pernikahan Vicky Prasetyo dan Angel Lelga itu tidak diperbolehkan mendokumentasikan acara, baik dalam bentuk foto atau video. Alhasil, beberapa orang ditegur dengan tegas oleh pihak panitia.

“Saya sudah bilang baik-baik ya. Jangan sampai saya bertindak kasar,” ucap wanita kacamata berselendang pink sambil menunjuk wajah seorang ibu yang berupaya memoto pernikahan Vicky Prasetyo dan Angel Lelga tersebut.

Para awak media yang mendokumentasikan acara untuk kepentingan peliputan juga diprotes pihak panitia. Bahkan, kalimat yang dilontarkan terdengar kasar.

Salah satu wartawan media online bahkan sempat ditegur. Dengan tegas panitia pernikahan berkata, “Mba kan saya sudah bilang, jangan ngambil foto. Sini lihat dulu HP-nya,” katanya sembari menunjuk.

Sadar bahwa pihaknya telah bertindak kurang sopan, Vicky Prasetyo mengungkap pembelaan. Mantan kekasih Zaskia Gotik itu pun mengungkap permintaan maaf secara pribadi.

“Kemarin di akad (nikah), jika ada yang kurang berkenan, baik dari tim kami atau pun siapa kami, minta mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya, karena jujur, saya grogi banget jadi pengantin. Saya enggak tahu harus gimana,” ucap Vicky Prasetyo saat jumpa pers sebelum resepsi pernikahannya di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/2/2018).

Vicky Prasetyo mengaku tak bisa mengawasi segalanya sendirian, hingga harus melibatkan banyak pihak lain. Jika ada yang berlaku kasar, menurut Vicky, itu di luar kendalinya.

“Kita mungkin di luar kontrol kita juga, karena kan acara bukan hanya kita saja yang handle. Tapi insya Allah semuanya baik, semuanya support dengan total, jadi semuanya sudah melakukan yang terbaik,” Vicky Prasetyo menandaskan. (cc)