Tunggal Putra China Punya Jejak Buruk Lawan Indonesia.

BERITA RAKYAT –  Meski di atas kertas China lebih diunggulkan di final Asian Games Indonesia punya peluang bagus untuk memenangkan babak final lantaran tunggal putra China punya jejak buruk saat bertanding di Istora.
China terbilang punya komposisi tim yang lebih merata dan mendalam dibandingkan Indonesia. Ada empat wakil China yang pernah merasakan titel juara dunia yaitu Chen Long, Lin Dan, Li Junhui/Liu Yuchen, dan Liu Cheng/Zhang Nan. Shi Yuqi belum pernah merasakan gelar juara dunia namun ia adalah pemain peringkat dua dunia saat ini.

Komposisi pemain itu terlihat lebih mentereng dibandingkan skuat yang dimiliki oleh Indonesia. Namun skuat Merah-Putih sendiri boleh tetap optimistis lantaran tunggal putra China mencatat hasil buruk bila tampil di Indonesia.


Dalam ajang Indonesia Terbuka, pebulutangkis China tak pernah bisa jadi juara sejak terakhir kali melakukannya pada 1989. Meskipun, Chen Long, dan lainnya ada dalam performa bagus, mereka tak pernah bisa menaklukkan Istora dalam perjalanan karier mereka.

Pada Indonesia Terbuka 2018, Lin Dan dan Chen Long kalah di babak pertama. Shi Yuqi jadi wakil yang punya catatan paling bagus, namun ia juga terhenti di babak semifinal.

Untuk nomor ganda putra, Li Junhui/Liu Yuchen pernah memenangi Indonesia Terbuka pada 2017. Namun tahun ini Li/Liu tersingkir di babak kedua sedangkan Liu/Zhang kalah dari Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di babak perempat final.

Dalam perjalanan menuju final, Indonesia sendiri kehilangan dua angka. Kedua angka yang hilang itu berasal dari kekalahan Jonatan Christie saat lawan India dan Anthony Ginting saat menghadapi Jepang.

Sementara itu China kehilangan satu angka dalam perjalanan ke final. Satu angka yang hilang itu berasal dari kekalahan Shi Yuqi saat menghadapi Taiwan.

AS