Strategi Prabowo-Sandi Tekan Defisit Migas

BERITA RAKYAT –  Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mengaku telah merumuskan sejumlah strategi guna menekan defisit neraca perdagangan minyak dan gas (migas) yang tengah dialami Indonesia. Strategi tersebut mencakup konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas untuk kendaraan dan pengembangan biofuel.

“Kami menyadari, tidak semua mobil didesain untuk biofuel. Karena itu, strategi kedua kami adalah kami ingin melakukan konversi energi,” ujar Tim Ekonomi, Penelitian, dan Pengembangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Harryadin Mahardika dalam Foreign Media Briefing di Prabowo-Sandi.

Strategi ini, lanjut Harryadin, mirip dengan strategi konversi kompor minyak tanah ke gas yang dilakukan pada era Soesilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Insentif pemasangan converter diberikan pada seluruh kendaraan, baik kendaraan pribadi, umum, maupun produktif.

“Converter ini untuk dual fuel bisa gas dan bensin, bensin dan biofuel atau bisa tiga bahkan (bensin, gas, dan biofuel),” ujarnya.

Untuk kendaraan produktif, pemerintah bisa memberikan subsidi pembelian converter gas yang harganya disebut Harryadin berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per unit.

Sementara, untuk kendaraan pribadi, pemerintah bisa mensubsidi sebagian karena pemerintah bisa melibatkan peran swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bentuk subsidi bisa berupa sebagian biaya pemasangan awal maupun subsidi biaya perawatan.

“Misalnya Shell, mau enggak konverter dibayarin dulu, mereka (pengguna) bisa mencicil (pembayaran konverter) tetapi membeli gas di Shell karena konverter hanya bisa diisi gas di Shell,” ujarnya.

Adapun besaran perkiraan total subsidi yang diperlukan tidak disebutkan Harryadin.

Untuk jangka panjang, Harryadin berharap kebijakan ini akan membawa perubahan perilaku masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat akan memilih bahan bakar yang harganya paling murah.

“Kami berharap, dia (konsumen) akan lebih banyak memilih gas karena gas murah, misalnya atau lebih banyak memilih biofuel karena bisa kita produksi sendiri tadi,” ujarnya.
(AS)

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*