Sahur On The Road kini Makan Korban, Nyawa Remaja Melayang

Tim gabungan dari Polda Riau menggelar operasi mengantisipasi aksi geng motor di Pekanbaru, Riau, Jumat (10/5/2019) dinihari. Operasi ini digelar guna mengantisipasi tindakan-tindakan premanisme oleh geng motor yang telah sangat meresahkan masyarakat, dan petugas berhasil mengamankan puluhan sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc.

BERITA RAKYAT – Kegiatan sahur on the road (SOTR) di DKI Jakarta kini menelan korban. Remaja bernama Danu tirta (16) tewas akibat diserang sejumlah peserta SOTR lainnya.

Insiden penganiayaan itu terjadi di depan vihara, Jalan Prof Dr. Satrio, Karet Semangi, Setibudi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/05/2019), pada pukul 01.05 WIB. Danu saat itu tertinggal rombongan SOTR lainnya.

Tiba-tiba datang gerombolan pengendara motor yang menghampiri Danu. Kemudian terjadi perselisihan antara Danu dan pengendara motor itu. Tak begitu jepas apa yang menjadi pemicu percekcokan diantaranya.

“Selanjutnya korban diambil helmnya, namun dalam keadaan terkunci sehingga terjadi penyerangan dimana rombongan geng motor ada beberapa orang yang membawa senjata tajam.” Ujar Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Tri Suryawan saat dimintai konfirmasi.

Setelah itu, sejumla pengendara motor menyeret Danu. Salah seorang diantaranya menusuk punggung belakang korban. Darah bercucuran. Para pelaku pun langsung melarikan diri.

Danu sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun nyawa remaja itu tak terselamatkan.

Insiden itu langsung diselidiki polisi. Tim gabungan Polres Jakarta Selatan kemudian mengamankan empat otang terkait penyerangan yang menewaskan Danu Tirta. Polisi juga menemukan bercak darah pada senjata tajam yang dibawah oleh keempat orang tersebut.

“kami berhasil dari Tim Eagle One dan polsek-polres berhasil mengamankan 4 orang mereka yang membawa senjata tajam yang salah satunya ialah celurit yang kita lihat disitu ada bercak darah.” Kata Kasat Reskrim Polres jaksel Kompol andi Sinjaya di mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, jaksel, Sabtu (28/05).

Andi mengatakan pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terkait senjata tajam yang disita. Pemilik senjata tajam itu kini dicari oleh polisi.

Andi menduga pelaku menyerang yang Danu merupakan peserta SOTR juga. Kelompok SOTR Danu diindetifikasi berasal dari kawasan Jakarta Timur, sedangkan kelompok SOTR pelaku datang dari berbagai daerah.

Motif penyerangan itu diduga karena pelaku merasa tersinggung. Polisi membantah penyerangan terhadap Danu direncanakan sejak jauh-jauh hari.

“mereka itu kebetulan adanya shur on the road secara bersama-sama kemudian ada sekitar puluhan orang ketika di depan vihara di Setiabudi itu mereka ada beberapa orang yang tertinggal. Namun ada kelompok lain yang melakukan sahur on the road juga yang mungkin ada ketersinggungan disitu sehingga akhirnya dianiaya. Salah satunya ialah korban yang meninggal dunia. “ kata Andi.

(GR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*