Polri: WN Polandia Suplai Mesiu kepada kelompok Kriminal Bersenjata

BeritaRakyat – WN Polandia yang bernama Jakup Fabian Skrzypski (JFS) ini telah menyuplai barang mesiu kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB). Polisi juga masih melakukan pendalaman dengan terkait sejauh mana adanya keterlibatan Jakup dalam pergerakan KKB yang ada di Papua.

 

“Sementara motifnya mensuplai KKB. (Menyuplai) mesiu. (sejauh apa peran yang diambil Jakup) masih kita dalami,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan, Jumat (14/09/2018).

 

Ditanya ada atau tidaknya keterkaitannya dengan seorang pelajar yang telah membawa 153 peluru aktif dan juga uang dengan ratusan juta dengan Jakup, Setyo juga mengaku bahwa pihaknnya juga masih belum mendapatkan relasinya. Namun Setyo telah menyayangkan bahwa tindakan KKB ini juga melibatkan anak yang berada di bawah umur dalam melakukan pergerakannya.

 

“Ini juga masih belum tahu bagaimana terdapat kaitannya dengan anak-anak yang membawa peluru dan uang Rp 100jt atau tidak. Ini KBB sudah telah menggunakan anak di bawah umur,” ujar dia.

 

Soal makin diperketatnya pengawasan dengan orang asing di Papua, Setyo juga telah menuturkan bahwa sebenarnya sudah terdapat aturan agar melapor ke polisit. Dia juga mengungkapkan ada kedatangan orang asing yang memang akan dikhawatirkan yang bertujuan untuk ikut campur dengan masalah yang ada di papua.

 

“Kita juga sudah ada aturannya orang asing yang masuk ke Papua itu wajib melapor. Ini kitaj uga mengkhawatirkan terjadi, ada orang asing yang akan turut mendukung dan ikut mencapur dengan KKB,” tutur Setyo.

 

Setyo juga menambahkan bahwa pemerintahan Polandia ini juga telah meminta Pemerintah Indonesia agar melindungi Jakup. Namun Setyo juga telah menegaskan bahwa Jakup tida kdapat diekstradisi ke negera asal dikarenakan harus dapat menjani proses hukum tersebut.

 

“Sudah (ada komunikasi dengan Polandia). Mereka juga meminta untuk bisa melindungi. Engga bisa ekstradisi, orang Indonesia juga kalau ada yang salah di luar akan tetap dilindung oleh negara tapi kasusnya akan tetap berlansung dan diproses,” tandasnya.

 

(Rz)

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*