Pelarian Aset Lemahkan Rupiah ke Rp13.706 per Dolar AS

Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR, Senin (7/1/2019). Kurs Rupiah terhadap Dolar AS menguat 1,3 persen menjadi Rp14.080. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.

BERITA RAKYAT – Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, ringgit Malaysia melemah 0,12 persen, baht Thailand 0,09 persen, dan yuan China sebesar 0,07 persen.

Selanjutnya, dolar Singapura juga turut melemah 0,07 persen, dan won Korea 0,06 persen, diikuti lira Turki yang melemah tipis 0,02 persen. Sementara, penguatan hanya terjadi rupee India, dolar Hong Kong, dan yen Jepang yang sama-sama melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan dolar Kanada sama-sama menguat dengan nilai masimg-masing sebesar 0,01 persen dan 0,02 persen. Pelemahan hanya terjadi pada euro yang melemah tipis dengan nilai 0,02 persen, sementara dolar Australia berada di posisi stagnan terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah pagi ini disebabkan oleh sentimen bertambahnya kasus wabah Virus Corona di Provinsi Hubei, China.

“Adanya penambahan signifikan dalam laporan terbaru jumlah yang terinfeksi dan meninggal karena Virus Corona di Provinsi Hubei menyebabkan kekhawatiran di pasar keuangan.”

Menurut Ariston, kekhawatiran tersebut memicu pasar menghindari aset berisiko seperti rupiah sehingga membuat nilainya tertekan. Pasar pun kini masih mewaspadai perkembangan terbaru dari masalah tersebut.

“Harga aset berisiko mungkin saja bisa menguat lagi bila ada komentar-komentar yang meredakan kecemasan,” ungkap Ariston.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.650 hingga Rp13.730 per dolar AS pada hari ini.

1 Komentar

  1. An interesting discussion is definitely worth comment. I do believe that you ought to
    write more about this subject matter, it may not be
    a taboo matter but generally people don’t speak about such topics.
    To the next! Many thanks!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*