misteri KKN desa penari banyuwangi

BERITA RAKYAT-

tak hanya hutan di cerita KKN desa penari  saja yang tampak mistis yang identik dengan banyuwangi taman nasional alas purwo yang terletak di semenanjung blambangan, kabupaten banyuwangi juga memiliki sejuta kisah mistis di tengah keindahan alamnya

kisah mistis ini bahkan diyakini masyarakat alas purwo 1di antara sejumlah terangker di pulau jawa bahkan nusantara, selain di kawasan gunung merapi ,gunung lawu, alas roban yang terdapat di jawa tengah serta gumumg arjuno yamh terletak di jawa timur

Budayawan lokal Banyuwangi Moh. Syaiful, mengisahkan beragam kisah mistis yang ia sendiri pernah mengalaminya di hutan Semenanjung Blambangan ini.

“Di hutan alas purwo itu ada gua yang matanya gua istana. Itu gua cukup mistis, tapi banyak didatangi orang – orang untuk bersemedi guna mencari jati diri,” kisahnya.

Di Alas Purwo juga terdapat beberapa titik yang konon menjadi persinggahan Nyi Roro Kidul dan Asistennya Nyi Ratu saat berada di daratan selatan Jawa.

ia juga mempunyai cerita mistis dimana sempat mengenal salah satu orang yang kerap bersemedi asal Banten, bernama Maulana. Maulana yang rela jauh – jauh meninggalkan keluarganya hanya untuk bersemedi di Alas Purwo.

“Maulana ini asal Banten ia bersemedi di Alas Purwo waktu itu pas mau masuk izin ke bapak saya, yang kebetulan salah satu juru kunci Alas Purwo, tapi hingga bertahun – tahun ia belum kembali lagi keluar Alas Purwo terakhir keluar alas purwo 2003 dan balik lagi, sampai sekarang juga belum pernah kembali,” tuturnya.

Syaiful menjelaskan bahwa meski Maulana bertahan – tahun meninggalkan keluarganya, namun ia merupakan seseorang yang kaya dna cukup, jadi tak perlu lagi bekerja keras.

Pokok kalau dia ketemu adik saya pasti ngasih uang, karena adik saya juga sering nganter ke alas purwo dan ketemu dia. Gak tahu uangnya darimana, tapi memang uang asli dan dibelanjakan juga laku,” bebernya.

Bahkan ia menuturkan pernah suatu ketika bersama sang adik mengantarkan Maulana masuk lagi ke Alas Purwo pada 2003, namun Maulana menolak ia justru meminta diturunkan di jalan setapak dengan syarat setelah ia turun, adiknya tak boleh menengok ke belakang.

“Lha adik saya penasaran kenapa padahal di sana itu tidak ada transportasi umum karena bukan jalan raya, akhirnya baru 2 – 3 meter dia meninggalkan Maulana itu dia menengok ke belakang, Maulana-nya sudah hilang tidak ada. Memang saya lihat orang ini sakti,” lanjutnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*