Menteri Susi Lepasliarkan 173 Ribu Benih Lobster di Bali

Berita rakyat – Konsisten hentikan penyelundupan benih lobster ilegal yang kian marak, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan pelepasliaran 173.800 benih lobster di Bali Sabtu kemarin. Pelepasliaran dilakukan di dua titik lokasi yaitu perairan Pulau Nusa Penida dan kawasan Nusa Dua, Bali.

Benih lobster tersebut merupakan hasil tangkapan ilegal yang berhasil diamankan oleh Ditkrimsus Tipidter Polda Lampung dan Balai KIPM Lampung melalui penggerebekan sebuah rumah di Teluk Betung Utara, Bandar Lampung pada Kamis 11 Juli.

“Penggrebekan berawal dari informasi masyarakat atas kecurigaan adanya rumah yang dijadikan tempat penampungan benih lobster. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan dan benar ditemukan adanya benih lobster di rumah itu,” ujar Kepala BKIPM Rina dikurip dari keterangan tertulis, Minggu (14/7/2019).

Dalam penggerebekan ini, ditemukan 306.650 ekor benih lobster setara dengan Rp 47,35 miliar yang berhasil diselamatkan.

Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan, lobster yang undersized dan bertelur tidak boleh diambil dari perairan Indonesia. Menteri Susi menegaskan agar benih lobster tidak lagi ditangkap karena akan mengancam keberlanjutan lobster.

Hal ini dikarenakan lobster belum bisa dibudidayakan di laboratorium secara in house. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa penjualan benih lobster merugikan karena nilai jualnya terlampau kecil jika dibandingkan dengan nilai jual lobster dewasa.

“Benih lobster diambil dan dijual dengan harga Rp 3.000, Rp 10 ribu, Rp 30 ribu per ekornya. Padahal, harga satu ekor lobster kan sama dengan harga 30, 40, 50 kg ikan,” jelasnya.

(WA)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*