Mendagri Prancis: Klaim Massa Rompi Kuning Sudah Terkontrol!

BERITA RAKYAT –  Aksi unjuk rasa gerakan rompi kuning di Paris, Prancis, Sabtu (8/12) berujung bentrok antara demonstran dan polisi antihuru-hara.

Polisi menggunakan gas air mata, meriam air, dan kuda untuk memecah massa yang berkumpul di jalanan dekat bulevar Champs Elysees, Paris.

Aksi itu sendiri mulai terkendali setelah malam merayap di kota paris,  banyak dari para demonstran itu kembali ke rumah mereka setelah senja.

“Situasi kini sudah bisa dikendalikan,” ujar Mendagri Prancis Christophe Castaner dalam jumpa pers bersamaa Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe,

Castaner menyatakan pemerintah menduga ada sekitar 10 ribu demonstran rompi kuning di Paris, dan total 125 ribu di seluruh Prancis.

Selain di Paris, aksi rompi kuning yang berujung ricuh pun terjadi di Bordeaux, Lyon, Toulouse, dan kota-kota lain pada Sabtu lalu.

Castaner mengatakan sekitar 210 pengunjuk rasa dan hampir 20 petugas polisi mengalami luka dalam bentrok yang terjadi di seleuruh Prancis kemarin.

Selain itu, Castaner menerangkan setidaknya seribu orang telah ditahan, 620 di antaranya adalah demonstran di Paris.

Polisi, kata Castaner, menahan mereka karena ketahuan membawa sejumlah alat tumpul diduga akan dijadikan senjata seperti palu atau tongkat pemukul bola.

Unjuk rasa besar-besaran ini sudah memasuki pekan keempat, para demonstran beraksi dengan mengenakan rompi berwarna kuning terang yang biasa digunakan sebagai bagian dari prosedur keselamatan sopir-sopir Prancis, hal itu dilakukan sebagai wujud kesetiakawanan terhadap kelas pekerja dan rakyat jelata.

Mereka memblokir jalan dan depot bahan bakar sejak hari pertama menggelar aksi demo pada 17 November lalu, saat itu disebutkan setidaknya 300 ribu demonstran di seluruh negeri turun ke jalan demi memprotes reformasi ekonomi liberal presiden mereka, Macron

Sejak itu, banyak yang melanjutkan aksi blokade massa yang menyebabkan kemacetan dan kelangkaan bahan bakar menjelang musim libur, peserta terus menggelar aksi protes setiap sabtu.

Perdana Menteri Inggris Edouard Phillipe menyatakan pihak pemerintah meminta pertemuan dengan sejumlah perwakilan massa rompi kuning, “Dialog sudah dimulai, dan itu harus dilanjutkan,” demikian pernyataan Philippe dalam jumpa pers bersama Castaner.

(AS)

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*