Membaca Makna Wayang Yang Jadi Latar Hangatnya Makan Siang Jokowi-Prabowo

Berita Rakyat – Pertemuan Jokowi dan Prabowo yang digadang sebagai momen rekonsiliasi pasca Pemilu Presiden 2019, tak surut dibahas. Cuitan seniman sudjiwo Tedjo memantik perhatian warga net.

Pria yang karib disapa Presiden Jancukers ini melanjutkan bahwa yang dimaksud adalah Big Bang dalam kisah pewayangan.

Alkisah, Tejo Mantri adalah salah satu dari tiga anak sang hyang tunggal dan Rekathawati. Sebagao sulung, dia memiliki dua saudara, Ismaya atau Semar dan Manikmaya atau Bathara Guru. Ketiganya lahir dari sebuah telur.

“adalah telur yang pecah,kulitnya jadi Togong, putihnya jadi semar, kuningnya jadi Bathara Guru,” masih kata Sudjiwo Tedjo dalam cuitannya

Lalu apa hubungannya dengan pertemuan dua tokoh politik nasional ini dengan latar pewayangan?

Latar keduanya, seperti disinggung Sudjiwo saat santap siang tersebut persis dengan posisi duduk Jokowi dengan sesok Tejo Mantri atau Togong dan posisi Prabowo dengan semar atau ismaya. Keduanya hanya dipisahkan oleh Gunungan,dimana dalam filosofisnya mengartikan kehidupan.

Pada kisahnya, Tejo Mantri dan Ismaya adalah saudara yang ketat persaingan. Keduanya ingin berlomba sebagai yang terhebat. Suatu hari, mereka hendak menguji kesaktian, mengetahui siapa terpantas mengganti tahta sang ayah, sang penguasa Kahyangan Jongring Salaka.

Atas saran dari manikmaya,adu kuat keduanya disepakati dengan menelan gunung dan memuntahkannya kembali. Gunung menurut filosofi tadi dianggap mewakili ilmu siapa yang paling hebat dalam kehidupan.

 

(cp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*