Ma’ruf Amin : Pancasila dan Islam Itu Saling Mengisi

Ma’ruf Amin : Pancasila dan Islam Itu Saling Mengisi
Ma’ruf Amin : Pancasila dan Islam Itu Saling Mengisi
Ma’ruf Amin : Pancasila dan Islam Itu Saling Mengisi
Ma’ruf Amin : Pancasila dan Islam Itu Saling Mengisi

Politik – Keprihatinan terus menerus muncul dikarenakan nilai-nilai Pancasila telah hampir tidak terasa di tengah masyarakat. Masyarakat sekarang ini menjadi lebih sibuk dengan pemahaman dan juga ideologi yang mereka yakini tentang kebenarannya.

Ma’ruf Amin : Pancasila dan Islam Itu Saling Mengisi – Hal tersebut ditegaskan oleh anggota dari Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), KH Ma’ruf Amin. Menurutnya, sekarang ini ada begitu banyak sekali masyarakat tidak yang sama sekalai memperhatikan Pancasila.

“Pancasila dinilai telah tidak memberi nilai apa-apa. Maka dari itu, kita harus dapat bangun, kalau sebagai bangsa kita itu harus berlandaskan Pancasila, baik itu dalam bertindak, bersikap, berpikir dan bertutur maupun berperilaku,” ujar Ma’ruf Amin.

Selain itu, sekarang ini ada saja yang mempertentangkan Pancasila dan Agama. Padahal, Ma’ruf menilai kalau Pancasila dan Agama, khususnya umata Islam, telah saling mengisi. Secara keseluruhan, apa yang telah tercantum di dalam Pancasila telah tertuang dalam Alquran.

“Lima sila bagi Umat Islam itu semua. Bahkan Ketuhanan Yang Maha Esa dikabarkan berkat Rahmat Allah SWT. Jadi, dapat dikatakan Tuhan Allah SWT tersebut satu kesatuan. Bagi umata Islam hal tersebut pas betul,”ucapnya.

Maka dari itu, UKP-PIP bakalan membuat sebuah format pengajaran Pancasila yang dimana komprehensif. Sehingga Pancasila tetap saja masih menjadi landasan berpikir, bersikap, bertutur, dan berperilaku. Pancasila tetap harus menjadi sumber inspirasi di setiap sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca juga : Abdullah Azwar Anas Apresiasi Kinerja BPBD Terkait Luapan Air di Sejumlah Kawasan

“Nah, hal tersebut yang bakalan kita rumuskan. Nilai-nilai dari (Pancasila) apa yang bakalan kita ejawantahkan, lalu caranya untuk itu sosialisasi seperti apa, melibatkan pihak mana saja, dan bagaimana masyarakat kita dapat diajak untuk turut ikut bersosialisasi,” pungkasnya. (ch)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*