KPK Akan Segera Rampungkan Kasus Suap Dari Garuda Indonesia

KPK Akan Segera Rampungkan Kasus Suap Dari Garuda Indonesia
KPK Akan Segera Rampungkan Kasus Suap Dari Garuda Indonesia
KPK Akan Segera Rampungkan Kasus Suap Dari Garuda Indonesia
KPK Akan Segera Rampungkan Kasus Suap Dari Garuda Indonesia

Politik – Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif telah memastikan bahwa pihaknya bakalan segera menyelesaikan kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan juga mesin pesawat di PT Garuda Indonesia.

KPK Akan Segera Rampungkan Kasus Suap Dari Garuda Indonesia – “Perkembangan terakhirnya telah hampir siap. Seusai (perkara) e-KTP telah selesai, bakalan segera kami selesaikan terkait dengan kasus suap mesin dari pesawat Garuda Indonesia,” kata Laode.

Menurutnya, yang membuat kasus terkait dengan tersangka mantan dari Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar tersebut seolah berjalan di tempat karena koordinasi KPK dengan adanya dua lembaga antikorupsi yang terdapat di Singapura dan juga Inggris.

“Ini kan adalah kerja sama internasional, agak lama prosesnya dikarenakan melibatkan tiga lembaga antikorupsi, Inggris, Singapura dan juga KPK. Jadi seluruh data harus di-share bertiga,” ucapnya.

Laode mengaku bahwa pihaknya sudah mengantongi beberapa data terkait dengan korupsi tersebut dari dua lembaga asing. Didalam waktu yang dekat pihak KPK bakalan kembali memanggil saksi-saksi yang terkait. Termasuk juga kemungkinan secara langsung menahan Emirsyah Satar dan juga Soetikno Soedarjo.

KPK sudah mengungkap kasus dugaan suap terkait dengan pengadaan pesawat dan juga mesin pesawat dari Airbus SAS dan juga Rolls Royce plc di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Rolls Royce adalah perusahaan yang dimana menyediakan mesin dan juga pesawat tersebut.

Baca juga : Mengenai Perppu Ormas, Kapolri Bakalan Koordinasi Dengan Menko Polhukam

Di kasus tersebut, KPK sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni Emirsyah Satar (ESA) mantan dari Direktur Utama PT Garuda Indonesia di periode 2005-2014, dan juga Soetikno Soedarjo (SS), pendiri dari Mugi Rekso Abadi (MRA).

Emir juga diduga telah menerima suap yang dimana diketahui bernilai US$ 2 juta. Demikian juga dengan barang senilai US$ 2 juta yang telah tersebar di Singapura dan juga Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*