Korut Minta AS Kembali Berlakukan Kebijakan Permusuhan!


BERITA RAKYAT – Pemerintah Korea Utara kembali angkat bicara terkait upaya pelucutan senjata nuklir.

Hal ini ditunjukkan ketika Korut meminta agar Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan ‘kebijakan bermusuhan’ yang sempat diterapkan negara adidaya tersebut.

Pernyataan ini disampaikan pemerintah Korut pada Selasa (11/6), sehari sebelum satu tahun peringatan pertemuan bersejarah antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.

Pertemuan pertama kedua pemimpin ini dilakukan pada 12 Juni 2018 di Singapura dan menghasilkan penandatanganan kesepakatan yang masih samar-samar untuk mencapai denuklirisasi sepenuhnya.

Namun, pertemuan kedua di Vietnam pada Februari lalu gagal mencapai suatu kesepakatan. Penyebabnya adalah penolakan Korut untuk melucuti senjata nuklir meski sempat diiming-imingi bebas dari sanksi internasional.

Dalam pertemuan di Vietnam, AS mencari kesepakatan denuklirisasi yang lebih cepat, sementara Korut ingin agar hal tersebut dilakukan secara bertahap.

Korut akan melucuti senjata nuklir Yongbyon asalkan dibebaskan dari sanksi ekonomi yang selama ini diterimanya. Namun, syarat itu ditolak oleh AS.

Atas kejadian tersebut, Korut menganggap AS telah melakukan itikad buruk.

Sementara itu, media Korut, KCNA, juga melaporkan bahwa hasil pertemuan di Singapura antara Kim Jong-Un dan Donald Trump nampaknya akan berubah menjadi ‘dokumen tak berguna’ lantaran AS menghindari pelaksanaan isi kesepakatan yang dibuat.
(AS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*