Hitung-hitungan Jatah Kursi Mentri di Kabinet Jokowi-Ma’ruf

Berita Rakyat –  Direktur Eksekusif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), August Mellaz menyampaikan sebuah formula yang efektif untuk menghitung komposisi cabinet Jokowi Maruf. August menilai, formulanya lebih ilmiah karena menggunakan hitung-hitungan yang dapat teruji

Menurut formula tersebut, August mengungkapkan perolehan kursi dalam kabiet berdasarkan presentase kursi d DPR.

“Misalnya di sini ada PDIP yang persentasenya kursi di DPR 22,26 persen. Artinya ada setidaknya 128 kader DPR di parlemen. Maka idealnya PDIP memperoleh 7 menteri,” jelas August dalam sebuah diskusi di Kantor Formappi, Matraman, Jakarata Timur, Kamis (18/7/2019).

Dan hal itu berlaku pula bagi partai-partai pendukung koalisi lainnya yang lolos ambang batas parlemen, seperti Golkar, Nasdem, PPP, dan PKB.

Selain itu, August juga mengajukan supaya kabinet yang efektif harus diisi oleh orang-orang profesional. Menurut formulanya, menteri dari kalangan profesional dapat diisi sebanyak 15 kursi.

“Hal itu dengan asumsi ada 34 pos kementerian. Jadi 19 untuk partai koalisi dan 15 bagi profesional,” terangnya.

Formula ini, jelas August, berakar dari asumsi bahwa kabinet merupakan penyatuan kekuasaan dan tujuan.

“Bukan speration of power dan speration of purpose,” ungkap August.

Hal itu, kata August, didasarkan pada Pasal 20 Ayat 2 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.

“Setiap rencana undangan-undang dibahas secara bersamaan-sama oleh DPR dan presiden untuk mendapatkan persetujuan bersama,” August membacakan isi pasal tersebut.

Jika hal itu diaplikasikan, ungkap August, maka tidak ada pertentangan dengan DPR manakala pemerintah ingin meloloskan suatu kebijakan.

 

(cp)

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*