Gunung Taangkuban Parahu

BERITA RAKYAT – Masih erupsi freatik dengan disertai abu, belum erupsi magmatik, Sebelumnya awal bulan lalu, Gunung Tangkuban Parahu juga sempat mengalami erupsi freatik. Saat itu gunung di utara Bandung itu mengeluarkan abu tanpa mengeluarkan magma dan awan panas. Menurut Kasbani ada tiga indikasi yang bisa dijadikan landasan untuk menentukan erupsi gunung berapi itu telah berubah menjadi letusan magmatik. Tiga tanda itu dicatat dari sisi kegempaan, deformasi atau perubahan permukaan tubuh gunung api, dan ada material yang dikeluarkan dari kawah.

“(Tanda-tandanya) berupa magma yang keluar permukaan atau lava. Ada batuan baru yang keluar dari dalam […] harus batuan yang dari magma yang keluar, itu batu (erupsi) magmatik,” lanjutnya. Namun, Kasbani menyatakan sejak tahun 1829 hingga saat ini Gunung Tangkuban Parahu belum pernah mengalami erupsi magmatik. “Kalau jaman prasejarah mungkin ada, tapi belum terekam. Tapi dari (catatan sejak) zaman Belanda (1829) ini sampai sekarang belum,” tandasnya. PVMBG sendiri telah memiliki peta mitigasi bencana jika Gunung Parahu meletus. Lembaga itu membagi tiga zona yang terdampak, KLB 1,2, dan 3. KLB 3 merupakan daerah yang paling terdampak letusan.

Menurut Kasbani, pembagian wilayah ini merupakan perkiraan berdasarkan sejarah letusan di masa lalu. Sehingga, menurutnya belum tentu seluruh wilayah yang tercakup KLB terdampak. “Saat ini rekomendasi (kawasan yang dilarang) 1,5 kilo (dari kawah) karena letusan freatik, tidak ada erupsi magmatik.”
(RS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*