Gila, Beli Memory Card V-GeN 16 Giga Malah Dapat 1 Giga

BERITA RAKYAT – Teknologi semakin canggih. Hal itu tentu bisa mempermudah semua hal yang dikerjakan. Salah satunya berbelanja.

Memang sudah menjadi hal yang biasa, jika kita hobi berbelanja lewat online shop, apalagi di zaman serba digital. Selain mudah dan tidak perlu menguras tenaga banyak, belanja di online shop juga menjadi pilihan.

Namun, terkadang berbelanja di online shop tidak selamanya menyenangkan, ada saja barang tidak sesuai dengan fotonya atau barang yang datang ternyata tidak sesuai harapan.

Seperti yang terjadi pada Sugi Susanto yang berbelanja Memory Card merek V-GeN. Ia membeli 2 buah Micro SD V-GeN berkapasitas 16 giga dengan harga 145 ribu sudah termasuk ongkos kirim.

Namun, setelah barang diterima Sugi, ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Memory Card V-GeN miliknya rusak dan mengalami kehilangan data. Alhasil, ia langsung meminta ganti rugi V-GeN untuk bertanggung jawab.

Pihak V-GeN menanggapi hal tersebut. setelah diperiksa memory card V-GeN yang dibeli Sugi ternyata palsu. Terlihat dari serial number dan sticker hologram yang tidak sesuai dengan memory V-GeN asli.

Tak hanya itu, kapasitas yang dijanjikan 16 Giga ternyata hanya berisi kurang dari 1 Giga. Untuk V-GeN asli, tertera nomor serial number yang telah diverifikasi dan stiker hologram yang tidak mudah lepas.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak V-GeN bahwa produk yang dibeli Sugi melalui online shop tersebut palsu, Sugi sebagai konsumen merasa sangat dirugikan dan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian untuk diusut.

Tak berselang lama, pihak kepolisian menangkap Tony (39) sebagai pelaku penjual memory V-GeN palsu tersebut.

Terakhir pasal 378 KUHP pidana. Berbunyi “untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.”

Putusan pengadilan

Setelah melalui proses pengadilan, Tony didakwa Pasal 55 ayat (1) KUHP, 45A ayat 1 UU ITE, pasal 62 ayat 1, dan pasal 378 KUHP. Dan dijatuhi hukuman oleh hakim, penjara selama 2 tahun dan ganti rugi sebesar Rp 50 juta.

(WA)

 

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*