6 Hal yang Harus Untuk Anda Perhatikan Agar Menjaga Hubungan dengan Mertua

BERITA RAKYAT – Menjalin hubungan harmonis dengan mertua dan keluarga pasangan memang butuh waktu dan usaha. Perbedaan pandangan, pendidikan, dan juga kultur kadang menjadi faktor yang bisa memicu ketegangan.

Menurut psikolog keluarga Sri Juwita, lebih baik mencegah daripada memperbaiki hubungan dengan mertua. Menurut psikolog keluarga, Sri Juwita, ada 6 hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga hubungan dengan keluarga pasangan.

1. Melihat perspektif mereka

Hal yang pertama yang harus Anda utamakan adalah rasa hormat. Bukan hanya bersikap sopan dan berbasa-basi dengan santun, rasa hormat berkaitan dengan cara Anda menghargai sikap, karakter, dan pandangan mereka terhadap sesuatu.

Sebelum Anda membuat penilaian apa pun pada keluarga pasangan atau bereaksi terhadap hal-hal tertentu, ada baiknya untuk mencoba memahami dan tidak saling menyalahkan bahkan memaksa untuk mengikuti apa yang diinginkan, agar hidup damai dapat tercapai.

2. Kenali keluarga pasangan

Pastikan Anda sudah mengenali keluarga dan orangtua dari pasangan sebelum menikah. Hormati tradisi mereka dan cara mereka melakukan sesuatu. Kenali ritual, kebiasaan, dan harapan mereka. Cobalah untuk mendengarkan dan mengamati cara mereka melakukan hal-hal apa pun saat Anda berada di sekitar mereka. Mungkin Anda tidak setuju dengan mereka, tetapi cobalah untuk memahami mengapa mereka seperti itu dan hormatilah.

3. Jangan mengambil sikap defensif.

Apalagi sampai harus memaksa suami atau istri Anda untuk memilih antara Anda atau keluarganya. Namun, bernegosiasilah dengan pasangan Anda mengenai hal tersebut.

4. Ingat prioritas utama

Prioritaskan hal-hal yang lebih utama seperti keutuhan keluarga atau keharmonisan hubungan daripada memaksakan kehendak meskipun Anda yakin benar.

5. Usahakan tinggal terpisah

Meminimalisir terjadinya konflik untuk menciptakan keharmonisan dalam keluarga dapat Anda terapkan untuk tinggal terpisah dengan orangtua maupun keluarga pasangan. Hal ini membuat mertua maupun orangtua Anda sulit untuk mengintervensi hubungan pernikahan.

6. Mertua seperti orangtua sendiri.

Setelah Anda mengenali sikap dan karakteristik dari keluarga pasangan, ingatlah bahwa mereka sudah seperti orangtua sendiri bagi Anda. Sebagai keluarga, harus saling menguatkan dan mendampingi saat dalam keadaan buruk sekalipun.

Perlu diingat bahwa kunci dari hubungan yang sehat dengan keluarga pasangan adalah dengan menghormati dan menghargai mereka seperti Anda menghormati dan menghargai keluarga Anda sendiri.

{yl}

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*