3 Alasan Asia Tenggara Bisa Menjadi Destinasi Favorit Milenial

BERITA RAKYAT – Sudah jadi salah satu pelakon traveling, para milenial tentunya harus memiliki pertimbangan matang soal destinasi yang akan dituju. Keputusan yang Anda buat nantinya bakal berpengaruh ke banyak faktor, terutama biaya.

Ya, dengan keadaan keuangan yang masih cukup ‘gonjang-ganjing’, para milenial harus memutar otak bagaimana bisa tetap menikmati liburan tanpa harus membuat kantong kebobolan.

Menjajal tempat di seputar Asia Tenggara bisa menjadi alternatif wisata para milenial. Sebelum memutuskan, coba simak dulu beberapa alasan berikut, apakah wilayah ini memang benar jadi tempat paling tepat untuk berlibur.

1. Biaya Lebih Terjangkau

Membahas ke pertimbangan pertama, yakni perihal biaya. Pengeluaran untuk pergi ke negara-negara Asia Tenggara tentu lebih murah. Apalagi, sekarang banyak tiket promo yang bisa Anda buru hampir sepanjang tahun.

Berdasarkan polling yang dilakukan Tripadvisor pada Juni lalu, tiga destinasi paling populer di Asia Tenggara masih jadi milik Singapura, Thailand, dan Malaysia. Bila Anda ingin menjajal beberapa nuansa baru, Vietnam, Laos, dan Filipina juga menunggu untuk disambangi. Tiket pesawat ke negara-negara ini mematok harga mulai dari Rp 600 ribu saja.

2. Jadi Incaran Blogger Dunia

Asia Tenggara mulai dilirik para blogger dunia. Buktinya makin konkrit. Tak hanya mulai banyaknya muncul travel atau food vlog maupun blog, pada 2017 lalu, Bangkok, Thailand, jadi kota paling sering dikunjungi turis berdasarkan indeks Mastercard.

Sampai menarik perhatian dunia, rasa ingin tahu para milenial soal keunikan Asia Tenggara semestinya tergelitik. Apalagi, Asia Tenggara tak hanya soal tempat atau atraksi wisata, tetapi juga kuliner khas nan menggugah selera.

3. Pemandangan Menawan

Indonesia memang indah, namun bukan berarti Anda tak bisa melihat keindahan di luar negeri. Meski serupa, wujudnya tak benar-benar sama. Cobalah jelajah Asia Tenggara untuk menemukan pemandangan memukau yang lain dari luar Tanah Air.

Dengan keberagaman suku dan topografi, para milenial sangat mungkin menemukan ragam pemandangan yang membuat napas tertahan. Bisa dimulai dengan menjelajah kuil-kuil kuno di Bagan, Myanmar, bersua suku pedalaman di Vietnam Utara, sampai hanyut di megapolitan Singapura.

{YL}

4 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*