BERITA RAKYAT – Poirier mempersiapkan laga lawan Khabib dengan tujuan yang jelas. Mempertajam teknik bergulat dan ground fighting agar tak jadi mangsa empuk Khabib di laga UFC 242. Dengan modal pukulan yang cukup mematikan, Poirier pun bisa percaya diri mampu memberi ancaman bahaya pada Khabib. Duel di The Arena, Abu Dhabi, dimulai dan Poirier menjalankan rencana. Sebisa mungkin mempertahankan posisi pertarungan ada di standing fight. Dengan posisi berdiri, peluang menang lebih besar. Khabib bisa mengimbangi duel tukar pukulan di awal pertandingan. Petarung asal Dagestan itu sadar, situasi berimbang. Ia tak mau mengambil risiko terkena pukulan telak Poirier. Dengan perhitungan yang tepat, Khabib berhasil melakukan take down di kesempatan pertama. Poirier terjatuh di pagar pembatas dan harus menghadapi ancaman kuncian dari Khabib. Dalam situasi itu, Poirier bisa memeragakan persiapan keras yang ia lakukan. Kuda-kuda dan posisi kaki serta tangan Poirier dalam ground fighting membuat Khabib tidak bisa dengan leluasa mengerahkan teknik submission mematikan.


Namun yang bisa dilakukan Poirier hanya sampai titik itu saja. Ia tidak bisa balik menyerang dan mengunci Khabib dalam posisi ground fighting. Tangan dan kaki Poirier yang terlalu berjaga agar tak mudah jadi objek kuncian Khabib, membuat pertarung berjuluk The Eagle leluasa mendaratkan sejumlah pukulan ke wajah Poirier. Setelah tertolong bel di ronde pertama, Poirier sempat mencuri kesempatan dengan memukul Khabib lewat pukulan kanan telak. Khabib sempat goyah dan hal ini membuat Poirier punya kesempatan untuk menekan. Momen di ronde kedua ini adalah momen ketika Poirier terlihat punya peluang untuk menang. Khabib yang tak mau terdesak kembali melakukan take down yang sukses. Poirier gagal menjaga jarak sehingga mudah dijatuhkan.


Poirier harus menerima konsekuensi pertarungan kembali berlanjut ke ground fighting. Area mata kiri Poirier berdarah karena bertubi-tubi mendapat sikutan dan pukulan dari Khabib. Poirier tidak sanggup melakukan blocking terhadap pukulan-pukulan tersebut karena tangannya berjaga agar tidak jadi objek kuncian Khabib. Selama ground fighting, Khabib lebih sering ada di atas Poirier, baik dalam posisi berhadapan atau membelakangi. Ada satu momen saat Poirier punya kesempatan menang dalam ground fighting, yaitu di ronde ketiga saat ia mampu melakukan kuncian pada Khabib. Pada titik tersebut, Khabib menunjukkan cara melepaskan diri dari tekanan dan berbalik menekan. Khabib bisa lepas dari situasi berbahaya dan kemudian membelakangi Poirier.beritarakyat.asia


Poirier akhirnya melakukan tap out saat Khabib melakukan rear naked choke alias jepitan pada leher yang membuatnya tak kuasa melanjutkan pertarungan. Kekuatan kuda-kuda Khabib, kejelian melihat celah, dan kemampuan membaca pergerakan lawan adalah nilai plus saat bergulat dengan lawan. Dari laga di UFC 242, Poirier sudah menunjukkan cara terbaik untuk membuka kesempatan mengalahkan Khabib. Ajak berduel di standing fight, harus bisa menjaga jarak agar tak mudah dijatuhkan dan punya teknik gulat yang mumpuni supaya tak jadi korban keganasan Khabib yang tampil dominan dalam pertarungan ground fight. Poirier mengerti hal itu dan melakukan persiapan keras berlandaskan poin-poin tersebut.
(RS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*